Monev Bersama Pastikan Bantuan Irigasi Pemerintah Tepat Sasaran dan Tingkatkan IP di DIY
YOGYAKARTA - (13/08/2026) Rangkaian monitoring dan evaluasi (monev) bersama terhadap realisasi Bantuan Pemerintah berupa Irigasi Perpompaan, Irigasi Perpipaan, dan Bangunan Konservasi telah dilaksanakan oleh Balai Pengujian Standar Instrumen Lingkungan Pertanian (BPLIP) Bandung bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Yogyakarta, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi D.I. Yogyakarta, Dinas Pertanian kabupaten, serta penyuluh pertanian provinsi dan kabupaten.
Kegiatan yang berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 tersebut menyasar lokasi penerima bantuan di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kulon Progo. Monev dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah telah diterima oleh kelompok penerima secara tepat sasaran, dapat berfungsi dengan baik, serta memberikan manfaat nyata dalam mendukung peningkatan indeks pertanaman (IP) padi.
Kegiatan ini menjadi penting mengingat ancaman kekeringan masih berlangsung di sejumlah wilayah DIY. Kondisi hari tanpa hujan bahkan telah mencapai lebih dari 100 hari, sehingga ketersediaan air menjadi salah satu tantangan utama bagi keberlanjutan usaha tani dan peningkatan produktivitas pertanian.
Melalui bantuan Irigasi Perpompaan, Irigasi Perpipaan, dan Bangunan Konservasi, sumber air yang tersedia, baik yang berasal dari air tanah maupun air permukaan, dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membantu petani menghadapi keterbatasan air, terutama pada periode kritis pertumbuhan tanaman.
Selain memastikan fungsi sarana bantuan, monev juga menjadi bagian dari upaya melihat dampak pemanfaatan infrastruktur terhadap pola tanam petani. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, petani diharapkan memiliki peluang untuk meningkatkan indeks pertanaman padi, dari IP 1 menjadi IP 2, maupun dari IP 2 menjadi IP 3.
Peningkatan indeks pertanaman tidak hanya berorientasi pada peningkatan luas dan frekuensi tanam, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Optimalisasi sumber daya air melalui dukungan infrastruktur irigasi menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kolaborasi antara BPLIP Bandung, BRMP Yogyakarta, DPKP Provinsi DIY, pemerintah kabupaten, dan penyuluh pertanian menjadi kunci agar bantuan pemerintah tidak berhenti pada pembangunan sarana, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh petani.
Melalui monev bersama ini, diharapkan seluruh sarana bantuan dapat terus berfungsi dan memberikan manfaat bagi penerima. Pada akhirnya, ketersediaan air yang lebih baik akan membuka peluang peningkatan intensitas tanam, produksi pertanian, dan kesejahteraan petani di Daerah Istimewa Yogyakarta.